Ketegangan mencapai puncaknya ketika salah satu massa berusaha melakukan perlawanan dengan mencabut sebilah badik dari pinggangnya. Namun, upaya ini tidak mampu menghentikan dua orang yang menggunakan parang, dan situasi berubah menjadi duel yang tidak seimbang.

Koordinator lapangan, Joko Pornomo, merasa sangat menyesal atas insiden tragis itu. Demo yang seharusnya berlangsung damai malah berubah menjadi aksi kekerasan di Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara, mengguncang warga setempat.

Baca Juga: Selain Dikejar Parang, Satu Pendemo Terkena Busur di Kejati Sulawesi Tenggara

Sementara itu, Kapolres Kota Kendari, Kombes Pol Muh Eka Fathurrahman, memimpin langsung upaya pengejaran terhadap para pelaku kekerasan. Dengan membawa Satuan Buser 77 Polres dan Satuan Brimob Sulawesi Tenggara, mereka telah berhasil mengamankan sebagian pelaku, sementara upaya menangkap semua pelaku terus dilakukan.

Identitas beberapa pelaku yang berhasil diamankan pun telah terungkap. Pelaku dikenal sebagai JY (38). Sedangkan pelaku lainnya dikenal sebagai HR, juga berusia 38 tahun, bekerja sebagai swasta.