Dinkes Kota Kendari juga telah melakukan beberapa upaya untuk menekan jumlah HIV itu sendiri karena temuan kasus HIV menjadi perhatian serius, tidak semua penderita HIV bersedia menjalani pengobatan.
“Hanya sebagian kecil orang yang mau terbuka kepada petugas terkait status HIV, padahal ia telah masuk dalam kategori berisiko. Ini yang biasanya menjadi penghambat bagi kami petugas untuk melakukan pengecekan dini di pos pelayanan yang telah kami sediakan," ujar Elfi.
Meski demikian, saat ini kesadaran masyarakat terhadap penyakit tersebut sudah mulai meningkat, karena pihak Dinkes juga sering melakukan sosialisasi ke beberapa titik yang dianggap rawan penyebaran penyakit tersebut.
Baca Juga: HIV/AIDS Renggut Empat Nyawa Warga Kabupaten Muna
"Jadi kami datang kesana untuk melakukan sosialisasi sekaligus pengecekan dini," ungkapnya.
