Penelitian ini didasari oleh ketertarikan Baruah pada kerajinan kayu. Ia ingin menghindari penggunaan plastik seperti epoksi, yang umum dipakai dalam penelitian sebelumnya, dan berupaya menemukan bahan alami untuk memperkuat dan menstabilkan kayu transparan.

Dengan pengetahuan masa kecilnya di Assam, India, mengenai bahan tradisional seperti campuran pasir, beras ketan, dan putih telur, Baruah berhipotesis bahwa bahan-bahan tersebut dapat diterapkan pada kayu transparan.

Untuk membuatnya transparan, kayu dimodifikasi dengan menghilangkan kandungan lignin dan hemiselulosa.

Selanjutnya, campuran ekstrak putih telur dan beras, beserta agen pengeras, dimasukkan ke dalam pori-pori kayu agar tetap tembus pandang.

Peneliti juga melakukan uji coba konduktivitas listrik pada kayu ini dengan menyisipkan kawat nano perak.