MAKASSAR, TELISIK.ID - Peneliti Senior Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo, menyarankan pemerintah tidak perlu terlalu sensitif merespon tuntutan yang disampaikan oleh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

“Bagi pemerintah, juga tak perlu terlalu sensi (sensitif). Tuntutan bahkan kritik dalam negara demokrasi sudah menjadi keniscayaan,” ujar Karyono melalui pernyataan tertulisnya, Rabu (19/08/2020).

Lebih lanjut Karyono berpendapat, setiap warga negara pada dasarnya berhak menyampaikan tuntutan kepada pemerintah. Tak terkecuali sejumlah tokoh masyarakat yang tergabung dalam KAMI. Oleh karena itu tuntutan yang akan disampaikan KAMI tak perlu disikapi terlalu berlebihan.

“Anggap saja aspirasi yang disampaikan KAMI sebagai masukan untuk melakukan evaluasi kinerja kabinet pemerintahan, agar kebijakan pemerintah on the right track, sejalan dengan aspirasi rakyat. Pemerintahan demokratis mensyaratkan check and balances,” tambahnya.

Lebih lanjut Pengamat Politik senior itu juga menyampaikan, sebaiknya maklumat atau tuntutan yang disampaikan seharusnya realistis dan terukur. Jika melakukan kritik, sebaiknya kritiknya konstruktif, disertai data-data yang akurat dan solusi penyelesaian masalah. Ini lebih baik daripada sekadar menyalahkan dan mencari kesalahan.