Baca juga: Kemenangan TERBAIK Bukti Solidnya Tim dan Masyarakat
Sedangkan untuk faktor kelima, kata Mochtar, Eri jadi sosok paling pembeda di antara 3 kandidat yang ada. Paling muda dan good looking dan relatif terlihat paling memahami dan menguasai tata kelola pemerintahan Surabaya dengan background-nya sebagai ASN Pemkot dan Kepala Bapeko.
"Pemilih Surabaya yang relatif rasional dan well informed tidak mudah dipengaruhi dengan berbagai opini, jargon, slogan, informasi hoax, bahkan sembako dan uang. Pemilih rasional dan well informed cenderung information seeking, berusaha mencari sendiri informasi tentang para kandidat melalui berbagai sumber informasi sehingga pemilih ini memiliki preferensi yang mencukupi untuk menentukan pilihannya," jelasnya.
Dan yang terakhir faktor kemenangan pasangan ErJi ini ungkap Mochtar, simbolisasi dan dukungan Nahdliyin. Pasangan ErJi mampu mengawinkan simbolisasi ideal Nasionalis-Religius.
"Disini Eri Cahyadi berhasil menampilkan simbolisasi dirinya sebagai Nahdliyin. Baik melalui ziarah ke berbagai makam, istighosah, pengajian. Termasuk ini yang ditunjukkan Eri dalam debat publik kedua. Di samping itu dukungan jejaring NU di level kota juga menjadi faktor yang tentu tidak bisa diabaikan begitu saja," tandasnya. (B)
