Baca Juga: Unik: Pria Korea Ini Jual Cilok Keliling Kota Ansan, Obati Rindu WNI di Negeri Ginseng

Para ilmuwan memperkirakan jaring ini telah berkembang selama bertahun-tahun, didukung oleh kelimpahan serangga dan kelelawar yang tertarik ke gua karena kondisi uniknya.

Menurut para peneliti, penemuan ini bisa menulis ulang pemahaman kita tentang perilaku sosial laba-laba, karena koloni sebesar ini jarang ditemukan di alam liar.

"Ini seperti mimpi buruk bagi penderita arachnophobia, tapi bagi ilmuwan, ini adalah harta karun," kata salah satu peneliti, dikutip dari Live Science, Sabtu (8/11/2025).

Gua Sulfur sendiri terhubung dengan dunia luar melalui terowongan berkelok di Yunani utara, tetapi bagian dalamnya sulit diakses dan penuh bahaya, termasuk gas beracun.