Menurut keterangan Kepala Desa Bahari, Ruslan, keberadaan peti berisi tengkorak manusia di tempat tersebut sejak dulu telah diketahui warga setempat hanya saja mereka enggan untuk masuk ke lokasi tersebut karena dianggap angker.
"Dari dulu warga tahu keberadaan peti berisi tengkorak manusia disitu hanya saja tempatnya angker jadi warga enggan kesitu," kata Ruslan.
Tidak hanya itu, Kades Bahari ini juga menceritakan pengalaman mistiknya yang sempat kesasar di dalam hutan ketika pertama kali memasuki bukit tersebut untuk memastikan keberadaan peti berisi tengkorak tersebut.
"Saya pernah masuk ke tempat tersebut dan menemukan sebuah guci antik. Ketika guci tersebut hendak saya bawa pulang, saya kesasar dan tidak tahu jalan kelur dari lokasi, nanti saya bisa keluar setelah guci antik tersebut saya kembalikan di tempat semula. Semenjak kejadian itu saya tidak berani lagi masuk kesitu," terangnya.
Baca juga: Hand Sanitizer Made In Muna, Berbahan Baku Air Nira
