Menggunakan pemindaian CT resolusi tinggi dan teknik 3D, para peneliti berhasil menyatukan kembali fragmen-fragmen tengkorak tersebut. Rekonstruksi digital ini bahkan diuji dengan lebih dari 10.000 simulasi untuk memastikan tingkat keakuratan yang tinggi.
Hasil rekonstruksi memperlihatkan ciri-ciri unik, termasuk dahi rendah dan datar, wajah menonjol, serta volume otak yang lebih besar dari Homo erectus, yakni lebih dari 1.100 sentimeter kubik.
Ciri morfologi lain seperti tulang pipi yang lebih rata dan bagian belakang tengkorak yang lebih lebar memperlihatkan kesamaan dengan fosil Homo longi dan manusia purba Pleistosen Tengah hingga Akhir.
Berdasarkan analisis mendalam, para peneliti menyimpulkan bahwa Yunxian 2 merupakan bagian awal dari garis Homo longi, yang kemungkinan berhubungan dengan manusia Denisova.
“Temuan ini menunjukkan bahwa sekitar 1 juta tahun yang lalu, nenek moyang kita telah terpecah menjadi kelompok-kelompok yang berbeda, yang mengarah pada sejarah evolusi yang lebih kompleks daripada yang diyakini sebelumnya,” kata Peneliti utama, Ni Xijun, dalam keterangan yang diterima telisik.id, Senin (29/9/2025).
