Alhasil kondisi itu menurut Agus, dapat berakibat memperburuk sistem tata kelola penyelenggaraan negara. Mereka tanpa bekal kecakapan mengelola pemerintahan tidak punya pengetahuan mengenai cara menyalurkan segala sumber kekayaan negara dalam memenuhi kebutuhan warganya.
Atas hal demikian, para kontestan politik mesti lebih dulu melewati proses penggodokan sebagai upaya partai menyeleksi kader yang mempunyai bobot kualitas.
Di samping itu, kata Agus, pelaksanaan pemilu menggunakan sistem tertutup, bisa mengurangi adanya praktik politik uang. Mengingat nantinya kampanye politik tidak lagi dilakoni setiap calon, melainkan seluruhnya berada di bawah peran partai.
Sekretaris DPW Partai NasDem Sulawesi Tenggara, Abdul Azis mengatakan, sistem pemilu tertutup mencederai nilai-nilai demokrasi yang mana memiliki prinsip dasar rakyat pemegang kuasa tertinggi dalam ketatanegaraan.
Menurut Azis, dengan sistem tertutup malah membatasi keleluasaan rakyat untuk menghendaki orang-orang yang dianggap mampu mewakili suara mereka di parlemen.
