"Kalau (NasDem) lebih sistem pemilu terbuka, demokrasi kan artinya rakyat ingin memilih orang-orang yang mewakili di parlemen. Sehingga para pemilih itu memilih orang-orang yang dianggap mampu untuk mewakili menyampaikan aspirasinya," katanya dihubungi lewat sambungan telepon, Senin (29/5/2023).
Dikatakan Azis, melalui sistem terbuka akan memberi kesempatan bagi rakyat agar mengenal lebih jauh sosok yang diklaim mampu memenuhi tanggung jawab menjadi penyambung suara di panggung politik.
Namun begitu, Azis menyampaikan NasDem tetap menghormati apapun keputusan MK. Ia menegaskan, perubahan terhadap sistem pemilu ke depan tidak turut mempengaruhi dukungan publik ke partai NasDem. Pihaknya sudah punya kesiagaan menghadapi semua kemungkinan di luar perencanaan.
"Prinsipnya NasDem Sultra itu siap menghadapi semua sistem pemilu yang berlaku," tukasnya.
Pandangan pengamat politik Muhammad Najib Husain, penggunaan sistem pemilu tertutup memperlihatkan demokrasi sedang mengalami kemunduran. Dampak dari sistem ini antara lain akan mempersempit peluang terjadinya sirkulasi sosok yang ada di arena perpolitikan.
