Najib menerangkan, semestinya langkah yang dilakukan bukan mengganti sistem pemilu, namun partai politik perlu berinovasi dengan membenahi tata kelola internalnya mulai dari sistem pengkaderan hingga melahirkan kader-kader bermutu.
Keberadaan kader yang teruji kualitasnya jelas mempengaruhi daya tarik masyarakat untuk memberi dukungan kepada partai politik.
Baca Juga: Sistem Pemilu Proporsional Terbuka atau Tertutup, Golkar Jawa Timur Target 17 Kursi
"Karena dengan jalan itulah kemudian kita tidak perlu lagi mempersoalkan apakah dia proporsional terbuka atau tertutup. kalau kemudian pengelolaan partai sudah berjalan dengan baik, maka dengan sendirinya seorang calon dia akan tetap selalu terikat dengan partai politik," terangnya.
Menilik hasil survei lembaga survei nasional Indikator Politik Indonesia (IPI) per Februari dan Maret 2023, menemukan mayoritas masyarakat lebih memilih turut serta dalam sistem pemilu terbuka. Sebagian mayoritas masyarakat itu termasuk pendukung PDI Perjuangan.
