Masyarakat juga dapat menggunakan aplikasi pengaduan yang disediakan Kementerian Sosial untuk menyampaikan ketidaksesuaian data maupun melaporkan penerima yang dinilai sudah tidak memenuhi kriteria.

“Yang jelasnya, ketika dia berubah, pasti ada yang salah. Mungkin ada yang keliru. Karena yang namanya sistem, kalau datanya berubah, ada indikator yang memengaruhinya,” tambah Parinringi.

Ia meminta masyarakat tidak perlu pasrah apabila bantuan yang sebelumnya diterima tiba-tiba berhenti. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mencari tahu penyebabnya melalui pendamping bansos maupun pemerintah kelurahan/desa.

Setiap penerima bansos pada umumnya memiliki pendamping yang dapat membantu menelusuri persoalan data dan status bantuan.

“Ketika masyarakat ada seperti itu, memang tidak bisa juga langsung kita salahkan pemerintahnya. Lihat dulu penerimanya, ada apa, masalah apa,” pungkas Parinringi. (C)