Ia mengatakan, Pemkot Kendari telah menjanjikan akan memberikan ganti rugi di Oktober 2023 ini, namun menurutnya hal tersebut hanya sebuah janji, karena tak ada perjanjian tertulis yang diberikan.
Selain itu yang membuat warga heran terkait pemutusan lampu, menurutnya hal tersebut untuk mengusik mereka.
"Inikan PLN tidak ada hubungannya dengan lahan yang kami tempati saat ini, kenapa lampu juga dikasih putus, kami selalu membayar tepat waktu di PLN, tapi menurutku ini akal-akalan pemerintah untuk mengusik kami dengan halus," beber salah seorang warga, Mona.
Bahkan pada Sabtu (7/10/2023), terjadi perlawanan warga pada Satpol PP yang melakukan penertiban, atas kejadian tersebut warga menilai arogan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Mereka datang banyak satu rombongan, kita sedikit, mereka mau memutuskan aliran listrik. Kami menolak karena lampu tidak ada hubungan," tandasnya.
