Pendampingan dirancang agar kader memiliki pola kerja yang terstruktur, sekaligus mampu membantu Puskesmas mengidentifikasi berbagai hambatan yang dihadapi pasien dalam menjalankan pengobatan.
Anggota Tim Pengabdian, Apt. Rachma Malina, S.Farm., M.Clin.Pharm., mengatakan keterlibatan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kepatuhan pasien.
“Pendampingan perlu dilakukan dengan pendekatan yang sopan, penggunaan bahasa sederhana, dan pelibatan keluarga agar pasien lebih mudah memahami serta menjalankan pengobatannya,” ujar Rachma.
Selain pembekalan, kemampuan kader dievaluasi melalui pre test dan post test, serta penilaian keterampilan melalui simulasi pendampingan. Evaluasi dilakukan untuk melihat pemahaman dan kesiapan kader dalam menerapkan materi yang telah diberikan.
Dari kegiatan kader memperoleh pemahaman mengenai literasi obat, batas kewenangan, serta sistem pendampingan yang lebih terstruktur. Mereka juga diharapkan mampu melakukan pencatatan dan pelaporan ketika menemukan kendala dalam kepatuhan pengobatan pasien.
