JAKARTA, TELISIK.ID - Pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) pencegahan wabah COVID-19 di pusat krisis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) diminta untuk transparan, dan tetap mengedepankan produk yang berkualitas dari perusahaan-perusahaan yang berpengalaman di bidangnya.

Apalagi saat ini tenaga medis sangat membutuhkan APD berupa baju hazmat, dan barang lain terkait penanganan COVID-19.

“Sebelumnya pengadaan APD dan barang lainnya berjalan lancar, transparan dan mudah. Tetapi beberapa bulan ini kok menjadi tidak lancar pengadaan setelah dipusatkan di Pusat Krisis Kemenkes RI. Jadi hati saya bertanya-tanya ada apa ini?," kata mantan Dirut Indofarma Global Medika, Ary Gunawan Murtomo kepada Telisik.id di Jakarta, Rabu (29/7/2020).

Selain itu, pemerintah juga diminta memperhatikan keberadaan perusahaan pengadaan alat kesehatan yang sudah memproduksi tapi tak terserap.

“Kasihan perusahaan cash flownya terhambat. Dampaknya nasib buruh juga dipertaruhkan. Karena barang numpuk tidak terserap, padahal kebutuhan APD sangat mendesak sampai butuh jutaan APD, tapi kok penyerapannya terhambat, ada apa ini?," tanyanya.