"Kalau semua indikator terpenuhi, maka indikator tersebut kita bisa terima. Tapi kalau indikator tersebut tidak terpenuhi, maka jangan menggiring opini publik ke arah yang tidak benar," tambahnya.
Selain itu, Najib menilai hasil poling dari elektabilitas belum bisa dijadikan acuan. Selain itu, ia juga menambahkan jika pemilih dewasa dan pemilih tradisional di Sulawesi Tenggara telah memiliki pemahaman terkait nama-nama calon gubernur
Sebelumnya, hasil survei mencatat elektabilitas tokoh terkemuka menjelang Pemilihan Gubernur Sulawesi Tenggara tahun 2024 mendatang.
Nama Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Andi Sumangerukka (ASR) berada di posisi teratas poling elektabilitas tertinggi sebagai calon Gubenur Sulawesi Tenggara.
Direktur Riset Charta Politika Indonesia, Dadang Nurjaman pada beberapa waktu lalu menyampaikan, dalam dua periode survei berbeda, sejumlah calon potensial dihadirkan untuk mengetahui tingkat elektabilitasnya di mata masyarakat.
