KENDARI, TELISIK.ID - Amsar (51), seorang pengamen tunanetra, kesehariannya dihabiskan untuk mengamen di sekitaran Mall Mandonga yang berdampingan langsung dengan pasar basah. Aktivitas ini sudah ia lakoni sekitar 30 tahun.

Pada pagi hari, ia mengamen di samping pos jaga depan mall, dan saat siang menjelang sore dia berpindah tempat sambil membawa speaker dan mic sebagai alat mengamenya, mencari titik berkumpulnya para pengunjung mall.

Amsar berasal dari Desa Pola, Kecamata Pasir putih, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Pak Amsar saat ini tinggal di kost-kostan yang beralamatkan di Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari  bersama kerabat dari kampung.

Amsar berhasil membiayai kebutuhan keluarganya dengan bermodalkan kepiawaiannya membawakan tembang lagu dangdut dan suara yang khas miliknya. Dari pendapatan hasil mengamen tersebut, beliau mampu membiayai istri dan anaknya.

Baca Juga: Buta Sejak Lahir, Bocah Perempuan Usia Dua Tahun Ini Butuh Uluran Tangan