Dari jumlah tersebut, 140,15 juta merupakan angkatan kerja (bertambah 1,93 orang) dan 66,56 juta orang (bertambah 0,81 juta) bukan merupakan angkatan kerja.

Dari total angkatan kerja tersebut, kurang dari dua per tiga atau hanya 60,12% yang merupakan pekerja tetap sebanyak 84,26 juta orang.

Sedangkan 35,37 juta (25,23%) merupakan pekerja paruh waktu, 11,42 juta (8,15%) setengah menganggur, dan 9,1 juta (6,49%) orang sisanya masih tidak memiliki pekerjaan.

Sementara itu, Margo juga mengungkapkan, pada Agustus 2021 angka pengangguran di SMK mencapai 11,13% lebih rendah dibandingkan dengan angka pengangguran pada Agustus 2020 yang mencapai 13,55?n Februari 2021 yang mencapai 11,45%.

"Tamatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih merupakan yang paling tinggi dibandingkan tamatan jenjang pendidikan lainnya, yaitu sebesar 11,13%," jelas Margo dalam konferensi pers, dilansir Cnnindonesia, Jumat (5/11/2021).