“Peningkatan angka pengangguran perempuan ini didorong oleh tingginya pengangguran di kalangan generasi muda, khususnya pada kelompok usia 15-24 tahun,” jelas Muh. Mulyadi.

Selain itu, BPS juga mencatat bahwa meskipun sektor pertanian masih menjadi sektor utama yang menyerap tenaga kerja di Sultra, proporsi pekerja paruh waktu perempuan pada Agustus 2024 lebih tinggi dibandingkan laki-laki.

Data menunjukkan 39,89 persen perempuan bekerja paruh waktu, sedangkan hanya 20,30 persen laki-laki yang bekerja dalam kategori serupa. (C)

Penulis: Siti Nabila  

Editor: Fitrah Nugraha