Sementara itu, korban ID membenarkan bahwa dirinya telah berdamai dengan AS yang dimediasi oleh Sekwan. Namun, perihal tindakan penganiayaan yang menimpanya dan sudah dilaporkan ke kepolisian, ID menyatakan masih pikir-pikir untuk mencabutnya.
"Saya masih menunggu keputusan keluarga," singkatnya.
Penganiayaan yang menimpa ID terjadi pada Rabu (17/9/2025) siang yang lalu sekira pukul 11.40 Wita. Bermula ketika ID mempertanyakan persoalan honor di ruang kerja Sekwan. Turut hadir saat itu adalah Sekwan, Aris, dan AS.
Baca Juga: Kumpul Kapus dan Bendahara, Kadinkes Muna Ingatkan Pentingnya LPj BOK
AS yang tidak terima sikap ID, karena melaporkan persoalan itu ke Aris, mencak-mencak lalu melayangkan pukulan yang mengenai tangan kanan ID.
