Dalam rangkaian acara, para pemangku adat menjelaskan bahwa gelar adat bukan sekadar penghormatan seremonial. Gelar tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap tokoh yang memiliki hubungan erat dengan masyarakat serta dinilai memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan daerah dan pelestarian budaya Tolaki.
Selain prosesi adat, kegiatan juga dirangkaikan dengan gala dinner yang mempertemukan berbagai unsur pemerintahan, Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh adat, akademisi, serta tamu undangan dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.

Pertemuan tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi antarpemangku kepentingan.
Interaksi yang terbangun selama kegiatan mencerminkan harmonisasi antara pemerintah, lembaga adat, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut dipandang penting untuk menjaga keberlangsungan nilai-nilai kearifan lokal sekaligus memperkuat persatuan di tengah keberagaman budaya yang dimiliki Sulawesi Tenggara.
