KENDARI, TELISIK.ID - Pindah keyakinan adalah keputusan yang paling sulit bagi para mualaf, karena tak hanya dipikirkan secara matang saja, namun juga harus memiliki keyakinan hati yang kuat.
Menjadi seorang mualaf adalah salah satu ujian yang berat. Apalagi bila orang tersebut tidak dapat berkomitmen terhadap keputusan yang telah dibuatnya sendiri.
Saat keyakinan seseorang tergoyahkan, maka akan begitu banyak alasan yang dapat membuatnya menyerah pada komitmen yang telah dibuatnya. Namun banyak juga alasan untuk mempertahankannya.
Seperti kisah Ketut Artiani (21), mahasiswi di salah satu universitas di Kota Kendari. Wanita yang kini memiliki nama lain yaitu Siti Aisyah, telah memeluk Islam sudah lebih dari setahun lamanya.
Aisyah bercerita bahwa dulunya ia adalah pemeluk agama Hindu. Adapun alasan dirinya berpindah agama adalah karena mengikuti agama suaminya.
