MUNA, TELISIK.ID - Pemerintah Kecamatan Loghia, Kabupaten Muna, mulai memperketat pengawasan di situs sejarah Gua Liangkabori pasca dibongkarnya makam Raja Muna ke IV, Sugi Patani.
Camat Loghia, Hajar Sosi menerangkan, pengawasan dilakukan bersama Pemerintah Desa Liangkabori terhadap situs-situs sejarah yang ada di kawasan Liangkabori, dengan memantau pergerakan keluar masuknya warga maupun wisatawan.
"Kita pantau dengan ketat, jangan sampai ada lagi situs-situs sejarah yang dirusaki," kata Hajar Sosi, Minggu (25/4/2021).
Hajar mengaku, di Gua Liangkabori terdapat UPTD dengan jumlah juru kunci sebanyak 9 orang. Mereka bertugas menjaga, membesihkan, dan sebagai pemandu bagi wisatawan.
Hanya saja, dengan jumlah juru kunci yang hanya 9 orang, tentu tidak akan mampu mengawasi seluruh situs yang terdapat di Liangkabori.
