"Kita sekarang menuju ke Dewan Pers, yaitu mempersiapkan verifikasi faktual," kata Mahmud Marhaba.

Pria asal Gorontalo ini mengatakan, verifikasi faktual yang sementara berlangsung masih menyisakan 3 provinsi lagi yang akan diverifikasi, setelah itu JMSI selanjutnya akan diterima sebagai konstituen Dewan Pers.

"Tapi sekali lagi itu bukan tujuan utama. Tujuan utama kita adalah bagaimana menciptakan iklim media yang sehat, bagaimana menjadikan wartawan pemilik media yang profesional, bertanggungjawab bukan abu-abu," jelas Mahmud Marhaba.

Mahmud Marhaba mengatakan, meskipun JMSI usianya baru setahun, namun organisasi perusahaan pers yang terdeklarasi sejak 8 Februari 2020 akan menghadapi banyak tantangan.

Tantangan yang dimaksud yaitu, bagaimana menjadikan sebuah perusahaan pers yang proporsional, terdaftar di Dewan Pers, memiliki PT (Perseroan Terbatas), memiliki pemimpin redaksi bersertifikat utama dan perusahaan pers yang memiliki alamat kantor yang jelas.