Di usianya yang sudah tak lagi muda, ia mengaku hanya bisa mengandalkan usaha tersebut untuk membeli beras dan kebutuhan pokok lainnya.
“Kita sudah tua, kasihan. Hanya bisa menjual sembako dan bensin begini untuk tambah-tambah beli beras,” katanya.
Sementara itu, pengecer lainnya, Ratna, mengaku sudah beberapa hari tidak menjual bensin eceran. Keputusan ini diambil karena dirinya takut terkena penertiban, ditambah kesulitan mendapatkan pasokan BBM untuk kembali dijual.
Ratna mengatakan, mendapatkan bensin untuk dijual eceran bukan perkara mudah. Ia harus mengantre untuk memperoleh BBM, sementara jumlah yang didapat tidak selalu banyak. Keuntungan dari penjualan juga relatif kecil.
Menurutnya, sejumlah pengecer lain turut merasa khawatir. Meski demikian, ia mengaku masih melihat ada penjual yang tetap menjajakan bensin secara sembunyi-sembunyi.
