“Pulang kerja kan lanjut Maxim, jadi kadang tidak sempat mengantre. Kalau pun mengantre, jaga-jaga bensin jangan sampai kehabisan di jalan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pekerjaannya sebagai pengemudi Maxim membuatnya harus membagi waktu antara pekerjaan utama dan mencari penghasilan tambahan. Sementara itu, mengantre BBM di SPBU membutuhkan waktu, terutama ketika antrean sedang padat.

Bagi Lati, bensin eceran menjadi salah satu alternatif ketika dirinya tidak sempat mengantre di SPBU. Namun, ketika penjual bensin eceran semakin sulit ditemukan, ia harus berusaha mencari BBM ke sejumlah lokasi agar tetap bisa bekerja.

Diketahui, Pemerintah Kota Kendari melarang aktivitas penjualan bahan bakar minyak (BBM) eceran dan Pertamini yang berada di sekitar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). (A)

Penulis: Erni Yanti