“Pertamina memohon maaf atas kejadian ini khususnya kepada masyarakat yang terdampak. Dan tentunya ini akan menjadi bahan evaluasi untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen,” kata Fahrougi dalam keterangannya melalui WhatsApp, Rabu (14/8/2024.
Fahrougi memastikan bahwa pihak SPBU Tapak Kuda akan bertanggung jawab secara penuh untuk memperbaiki kendaraan konsumen yang terkena dampak pengisian BBM yang bercampur air.
Selain bertanggung jawab untuk perbaikan kendaraan konsumen yang terkena dampak, pihaknya memberikan kompensasi pengisian Pertamax ke kendaraan terdampak.
“Apabila nanti setelah dilakukan investigasi SPBU tersebut terbukti secara lalai tidak mengikuti standar operasional perusahaan yang berlaku, maka akan diberikan sanksi tegas sesuai dengan kontrak yang berlaku,” tegas Fahrougi.
Baca Juga: BBM SPBU Tapak Kuda Bercampur Air, Pengelola Ganti Kerugian Konsumen
