Selain kepada parpol, Lucius juga mengkritik penyelenggara pemilu, KPU dan Bawaslu. Dia menganggap penyelenggara pemilu tidak serius memberikan perhatian terhadap akuntabilitas penerimaan dan pengeluaran dana kampanye partai politik. Meski pemeriksaan dana kampanye dilakukan oleh akuntan publik.
Dalam kondisi seperti itu, menurut Lucius, parpol akhirnya tak punya tanggung jawab untuk transparan karena penyelenggara pemilu pun menganggap akuntabilitas tidak dianggap penting.
“Jadi, kalau tidak ada yang merasa berkepentingan memeriksa itu, ngapain partai-partai ini jujur, karena aslinya mereka (penyelenggara pemilu) juga tidak jujur,” sindir Lucius.
Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, sebelumnya berkilah data pengeluaran dana kampanye yang dilaporkan melalui sistem informasi kampanye dan dana kampanye (Sikadeka) tidak sepenuhnya bisa diinput.
Grace menuturkan, kondisi yang dialami PSI sehingga belum bisa menginput keseluruhan pengeluaran dana kampanye. Kondisi yang dimaksudnya yakni pihaknya terkadang baru bayar uang muka, tapi sudah menerima jasa pihak ketiga dan sudah terima barang, sehingga belum bisa menerima kuitansi pembayaran lunas.
