Penjualan RB juga banyak dilakukan melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram, seorang penjual online trifthing, Tian mengatakan, dari dulu jualan RB sudah jadi penghasilan tambahan.
Baca Juga: Ketika RB Jadi Pakaian Andalan Masyarakat Kendari
"Kalau dilarang dan katanya harus mendukung produk lokal, ya minimal produk lokalnya juga harus bisa bersaing dengan barang impor, mulai dari kualitasnya dan harga tentunya," terang Tian.
Selain para penjual, penggemar RB juga tidak setuju dengan adanya larangan penjualan pakaian bekas impor. Seperti Nurhasana salah seorang penggemar pakaian RB, dia tidak setuju dengan adanya peraturan itu karena RB harganya lebih terjangkau dan kualitasnya tidak diragukan lagi.
"Harga dan kualitas pakaian RB sangat bagus dibandingkan dengan pakaian dari toko baju biasa," ujarnya. (A)
