Sementara itu, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengungkapkan, angka penyalahgunaan narkoba tahun 2019, kategori setahun terakhir 1,80 persen atau 180 dari 10.000 penduduk Indonesia dengan usia sekitaran 15-64 tahun. Pemakai narkoba selama satu tahun terakhir sebanyak 3.419.188 jiwa.
"Langkah pencegahan tetap di lakukan. Jika ada masyarakat yang terpapar narkoba, kita dampingi dan diantar ke BNN untuk dilakukan rehabilitasi," jelasnya saat ditemui awak media, Jumat (5/3/2021).
Lebih lanjut, Sulkarnain mengatakan, di Sultra secara prevalensi masih di bawah angka 0.08 persen, sehingga Kota Kendari berdasarkan jumlah penduduk 392.830 di mana usia 15-64 tahun terpapar narkoba dalam setahun.
"Angka ini tidak boleh membuat kita lengah. Kita harus secara bersama-sama menangani permasalahan ini secara masif dan konprehensif dan harus selalu waspada," pungkasnya. (B)
Reporter: Eni Eka Wisda
