KENDARI, TELISIK.ID - Data Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara menyebutkan hingga Juni 2022 pengguna QRIS (layanan non tunai) di Kota Kendari telah mencapai angka 45.881 merchant.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara Doni Septadijaya menjelaskan, dari target 100 ribu merchant di Sulawesi Tenggara, hingga Maret 2022 sudah terealisasi sebanyak 83.222.

"Secara spasial merchant pengguna QRIS masih terkonsentrasi di Kota Kendari dan Kota Baubau," ungkapnya saat menggelar rapat percepatan pengguna QRIS dan Pemda digital, bertempat di Media Center Rujab Wali Kota Kendari, Senin (25/7/2022).

Data pengguna QRIS masih didominasi usaha kecil sebesar 51,92 persen, usaha mikro sebesar 33,35 persen, usaha menengah 23,76 persen dan usaha besar 1,50 persen. Namun berdasarkan volume transaksi, usaha besar masih mendominasi yakni 48,35 dan usaha mikro sebesar 22,35 persen.

Doni Septadijaya menambahkan, untuk menerapkan pembayaran non tunai atau digital butuh dilakukan secara bersama-sama dengan dukungan pemerintah, perbankan dan pelaku usaha.