WAKATOBI, TELISIK.ID - Praktik menangkap ikan menggunakan akar tuba pada malam hari masih ditemukan di perairan Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Meski merupakan cara tradisional, penggunaan akar tersebut berpotensi membahayakan ikan-ikan kecil dan biota lain yang berada di sekitar lokasi penangkapan.

Salah satu warga, Adin, mengaku pernah melihat sejumlah orang menggunakan akar tuba. Aktivitas tersebut dilakukan pada malam hari dengan cara memukul-mukul akar yang digunakan untuk menangkap ikan.

“Saya pernah lihat malam-malam di bagian Wandoka sana, itu ada beberapa orang. Itu akar itu (tuba) dipukul-pukul,” ungkapnya, Senin (26/10/2026).

Akar tuba (Derris elliptica) dikenal mengandung rotenon, yakni senyawa beracun yang dapat digunakan untuk membunuh atau melumpuhkan ikan. Rotenon bekerja dengan mengganggu proses produksi energi di dalam sel, sehingga fungsi vital ikan terganggu dan dapat berujung pada kematian.

Selain rotenon, akar tuba juga mengandung senyawa lain, seperti deguelin, elliptone, dan toxicarol. Sifat racunnya tidak hanya mengancam ikan yang menjadi sasaran tangkapan, tetapi juga berpotensi membunuh organisme perairan lain yang terpapar.