Masyarakat juga kecewa oleh sistem pengelolaan dana kelurahan yang menurut mereka tidak transparan, tidak melibatkan masyarakat melalui musyawarah mufakat.

"Rapat dilaksanakan secara tertutup. Yang diundang hanya aparat saja, itupun diundang melalui grup WA, sementara banyak tokoh masyarakat, pemuka agama, pemuka adat yang tidak masuk di grup," tambahnya.

Masyarakat sangat kecewa oleh ulah Pemerintah Kelurahan Sawa yang dianggap lebih mementingkan keuntungan pribadi dibanding kepentingan umum.

Baca Juga: Jokowi Resmikan Kawasan Marina di Labuan Bajo NTT

Pembangunan tugu kelurahan yang asas manfaatnya tidak ada, malah dibangun oleh Pemerintah Kelurahan Sawa. Padahal di musim penghujan seperti sekarang ini banyak warga Kelurahan Sawa yang kebanjiran.