Dia mengaku telah mengundang para tokoh masyarakat dalam rapat penentuan program pembiayaan dana kelurahan tahun 2021 lalu. Namun karena masih pandemi COVID-19, banyak yang tidak hadir, dan memang peserta rapat dibatasi karena tidak boleh membuat kegiatan yang dihadiri banyak orang.

"Khusus untuk tugu AMD Manunggal tahun 1995, itu bukan saya mau hilangkan. Justru saya mau bangun yang baru, karena saya tahu, tugu ini sudah menjadi icon, jadi harus dilestarikan dan saya akan buat yang baru karena kondisinya sudah rusak," tutur Alex.

Dia menambahkan, biaya pembuatan tugu dan empat tapal batas RW sebesar Rp 121 juta. Dan khusus penanganan banjir, pihaknya juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 129 juta untuk membangun drainase. Hanya saja drainase belum dikerjakan karena masih musim hujan.

Semua kegiatan yang dibiayai oleh dana kelurahan, tambahnya, dikerjakan oleh pihak ketiga. Pernyataan ini sekaligus membantah tudingan masyarakat bahwa proyek yang dibiayai dana kelurahan dikerjakan oleh aparat Kelurahan Sawa.

Dia berharap dana kelurahan bisa berlanjut terus, agar pembangunan infrastruktur di Kelurahan Sawa bisa berjalan maksimal. (A)