JAKARTA, TELISIK.ID - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah gencar mendorong pemanfaatan jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas). Langkah ini diambil untuk menggantikan penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) sebagai bahan bakar utama untuk memasak.

Pengembangan jargas dianggap sebagai solusi yang lebih efisien dan ramah lingkungan dibandingkan dengan penggunaan LPG.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan perhitungan keekonomian terkait harga jual gas dari jargas dibandingkan dengan harga jual LPG tabung non-subsidi.

Hasil perhitungan ini menunjukkan bahwa harga gas dari jargas berpotensi lebih murah daripada LPG non-subsidi, namun masih lebih mahal jika dibandingkan dengan LPG bersubsidi.

Dalam penjelasannya, Dadan menyatakan bahwa harga gas di hulu yang saat ini berada di kisaran US$ 4,72 per MMBTU menjadi salah satu faktor penyebab harga jargas belum bisa bersaing dengan harga LPG bersubsidi.