Namun, Dadan menekankan bahwa untuk bisa memperluas jargas di seluruh Indonesia, diperlukan pembangunan infrastruktur yang memadai. Pembangunan jaringan gas bumi membutuhkan investasi yang besar dan harus dilakukan secara bertahap.
Meski demikian, Dadan optimis bahwa dengan kerjasama yang baik antara pemerintah, BUMN, dan pihak swasta, pengembangan jargas bisa terwujud.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, sebelumnya juga mengungkapkan kekhawatirannya mengenai lonjakan konsumsi LPG di masyarakat. Menurutnya, ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG telah menyebabkan beban berat pada devisa negara.
"Gas kita LPG konsumsi 7 juta, dalam negeri hanya 1,8 juta produksi kita. Sisanya kita impor, kenapa negara ini gini terus? Apa gak bisa kita bangun industri itu, atau sengaja dibiarkan untuk importir main terus," kata Bahlil dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI, Rabu (28/8/2024).
Bahlil menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG. Salah satu strategi yang ditempuh adalah melalui pengembangan jargas untuk rumah tangga.
