Edy mengaku tidak punya pilihan saat ini, selain tetap menjadi drive ojek pangkalan, meski penumpang dan pendapatan menurun drastis. Dia hanya berharap pemerintah ke depannya memberikan perhatian lebih lagi kepada rakyat dengan ekonomi seadanya seperti dirinya.

Keluhan sama datang dari driver ojek pangkalan di kawasan Mall Mandonga Idris. Idris sadar pekerjaan driver ojek pangkalan di tengah pandemi virus COVID-19 membuat pendapatannya menurun drastis. Namun, sama hal seperti Edy, Idris mengaku tidak punya pilihan selain tetap mencoba peruntungan menjadi driver ojek pangkalan.

"Sekarang begini, saya kalau mau kerja lain, jadi tukang bangunan rasanya bisa Rp 100 ribu dapat ya. Tapi kan kami sudah bertahun-tahun berprofesi seperti ini, apakah nanti saya bakal diterima. Kalau tidak punya teman, ya sudah mati kutu saja seperti ini tiap hari," tuturnya.

Baca juga: Facebook Pantau Akun Pengguna yang Sering Sebar Konten Viral

Baik Edy maupun Idris meminta pemerintah lebih adil dalam memberikan bantuan sosial kepada warga yang benar-benar terdampak COVID-19 secara ekonomi.