Motif-motif yang sering digunakan, seperti gunung, burung, dan bunga, mengandung makna mendalam, antara lain sebagai simbol harapan dan kesejahteraan.

“Motif-motif ini bukan sekadar hiasan. Mereka adalah simbol kehidupan yang diwariskan dari generasi ke generasi, penuh filosofi yang relevan bagi masyarakat kami,” tambah Sarfiah.

Sarfiah menggunakan bahan alami seperti benang dextra untuk menciptakan tenunan yang ramah lingkungan dengan karakteristik unik. Meski keindahan dan kualitas produknya tidak diragukan, tantangan utama yang dihadapi adalah pemasaran.

“Kami kesulitan menjangkau pasar yang lebih luas. Meski tenun ini memiliki nilai budaya tinggi, belum banyak yang memahami cara memasarkan produk kami dengan efektif,” ungkapnya.

Harga tenun bervariasi tergantung jenis benang yang digunakan. Tenun berbahan benang emas, misalnya, memiliki harga lebih tinggi dibandingkan benang biasa karena proses pembuatannya yang lebih rumit dan membutuhkan ketelitian ekstra.