"Kami khawatir konsumen akan protes jika ada kenaikan harga. Tapi di sisi lain, jika harga tetap sama, margin keuntungan kami perlahan-lahan berkurang karena adanya potongan pajak ini," ujar Zulqifli.
Zulqifli mengatakan selama ini para pengusaha juga sudah dibebani dengan berbagai biaya dari marketplace, mulai dari biaya admin hingga pengeluaran untuk biaya iklan agar produk terlihat oleh pembeli.
Ia menyebut para pengusaha selalu taat dalam membayar pajak. Namun, diakuinya kondisi ekonomi yang masih belum stabil saat ini, ditambah beban dari kebijakan pajak yang baru diterapkan, membuat para pelaku usaha semakin terhimpit.
"Melihat kondisi yang semakin berat ini, saat ini para pengusaha mulai mencari jalur alternatif. Salah satunya adalah dengan membuka website penjualan toko pribadi sendiri," jelas Zulqifli yang juga CEO Techno's Studio.
Langkah ini dinilai menjadi salah satu opsi yang cukup masuk akal untuk menyiasati adanya kebijakan pajak digital, sehingga mereka tidak terus-menerus terbebani potongan yang ada di platform marketplace.
