Mantan Bupati Muna dua periode itu mengaku, anggaran peningkatan kawasan kumuh di Muna ada dua yakni, Lagasa dan Batalaiworu. Namun, karena keterbasan APBN, terpaksa hanya dialihkan ke Lagasa.

"Anggaranya sebenarnya besar, hanya dikurangi, karena keterbatasan anggaran di pusat," ujarnya.

Mantan Ketua DPD I Golkar Sulawesi Tenggara itu berpesan pada warga untuk membantu dan memelihara bangunan yang sementara dalam proses pekerjaan.

"Untuk kontraktor perhatikan kualitasnya," pesannya.

Baca Juga: Kawasan Kumuh di Kota Kendari Terus Berkurang, Begini Upaya Pemkot