Selain itu, politik identitas juga berkaitan dengan sentimen kedaerahan dengan menggunakan isu “putra daerah” antara penduduk asli dan penduduk pendatang.
Dalam seminar tersebut juga tidak lepas juga dari posisi penyelenggara pemilu yang sejak awal kelahirannya sudah diragukan kenetralannya, mulai dari seleksi di timsel sampai pada proses akhir di dewan terhormat.
Sehingga salah seoarang panelis sampai mengatakan bahwa sumber dari kerawanan Pemilu 2024 adalah pemerintah dan penyelanggara pemilu (KPU dan Bawaslu), hanya sayang pernyataan ini tidak mendapatkan balasan argumentasi dari ketua Bawaslu Sultra yang mendengarkan langsung pernyataan tersebut.
Baca Juga: Peace Maker
Jika diberikan argumentasi untuk menolak maka sudah pasti para peserta juga akan puas dan yakin akan kinerja penyelenggara pemilu Sultra kedepan, utamanya Bawaslu yang kadang terlalu akrab dengan KPU.
