Adapun kilatan petir yang terjadi di Gunung Ruang disebut sebagai fenomena petir vulkanik. Munculnya fenomena ini sebenarnya tidak berbeda dengan mekanisme petir biasa.
Mengutip dari situs resmi Bpbd.jogjaprov.go.id, mekanisme petir biasa muncul dari awan cumulonimbus, sedangkan kilatan petir pada erupsi gunung berapi awan cumulonimbus tergantikan oleh awan kumpulan uap air, debu, abu serta partikel vulkanik lainnya yang secara massif menyembur ke udara.
Baca Juga: Meletus 80 Kali Dalam Sejarah, Ini Mitos Sosok Ghaib Muncul Setiap Erupsi Gunung Merapi
Perlu diketahui petir vulkanik, masih menjadi perdebatan mengenai perantara yang memisahkan partikel yang melalui proses ionisasi dan petir vulkanik ini tidak terjadi secara langsung.
Sebelum terjadi kilatan petir harus terionisasi dengan memisahkan elektron yang terikat dengan partikel melalui proses perantara energi suatu masa.
