"Dalam sehari itu saya bisa jual sampai delapan puluh liter dengan pendapatan Rp 1.040.000, jadi bersihnya Rp 240.000 dalam sebulan berarti Rp 7.200.000," ungkap AR, Minggu (8/1/2023).
Tak hanya sampai di situ, Telisik.id mencoba untuk mencari informasi lebih jauh terkait BBM pertalite eceran, kali ini seorang wanita NH (37) yang berjualan di sekitar jalanan pasar Anduonohu, ditemukan keuntungan yang lebih besar dibandingkan Ibu AR .
"Kalau saya punya suami yang pergi mengantre BBM, dalam sehari bisa sampai 150 liter, bersih keuntungan yang didapatkan Rp 450.000 jadi dalam sebulan bisa sekitar Rp 13.500.000," ucap NH.
Dari penelusaran yang dilakukan Telisik.id, pada beberapa stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) di Kota Kendari sudah melakukan pembatasan pembelian BBM pertalite, tidak lebih dari lima belas liter dalam sekali pengisian dalam sehari.
Baca Juga: Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp 3 Jutaan Paling Laku di Kota Kendari
