KENDARI, TELISIK.ID - Seorang wanita bernama Ati (66) menjadi penjual nasi sudah bertahun-tahun. Dia adalah tulang punggung keluarga yang menafkahi dan menyekolahkan anaknya dari berjualan nasi di pinggir jalan.
Setiap harinya di Jalan H.E.A Mokodompit, Ati selalu menjajakan nasi dan lauknya dengan beragam harga yang ramah di kantong mahasiswa. Dagangannya digelar di atas meja dengan payung besar sebagai pelindung dari panas dan hujan.
Harga nasi yang dijualnya dibanderol Rp 10 ribu untuk nasi telur dan nasi ikan, sedangkan nasi daging ayam Rp 15 ribu. Dengan senyum ramahnya, setiap hari Ati melayani pembelinya dengan harapan bisa membawa pulang uang untuk membeli kebutuhan keluarganya.
Ati menjadi tulang punggung keluarga setelah suaminya meninggal dunia 5 tahun lalu. Pantang menyerah, Ati selalu mengusahakan anak-anaknya untuk sekolah hingga mencapai gelar sarjana. Menurut Ati, hal yang paling membahagiakan adalah melihat anak-anaknya menyelesaikan sekolah dengan sebaik-baiknya.
Banyak rintangan yang dilewati untuk mencari uang agar anak-anaknya bisa sekolah hingga sarjana. Menjual nasi di depan kampus Baru UHO adalah satu-satunya pekerjaan yang dijalani Ati.
