Selain itu, ia mengaku bahwa dirinya sebenarnya juga ragu membuka lapak, mengingat virus ini bisa sangat mudah penyebarannya.
Namun ia tak pikir panjang. Di tengah adanya imbauan untuk tetap di rumah saja, dia bersama sejumlah penjual takjil lainnya tetap menjual dagangannya yang berada di sekitar daerah Kemaraya Kota Kendari.
"Iya agak takut juga, tapi kalau tidak menjual kita mau makan apa. Setidaknya kita memakai masker dan rajin cuci tangan," lanjutnya.
Reporter : Fitrah Nugraha
Editor: Sumarlin
