Sepinya pembeli disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari daya beli masyarakat yang rendah akibat perputaran ekonomi yang lambat, hingga persaingan yang cukup ketat antar pedagang mobil bekas.

"Penjualan memang sedang sepi. Bahkan ada yang hanya bertanya-tanya dan begitu mengetahui harga, mereka langsung pergi," jelasnya.

Padahal, pihaknya juga melayani skema tukar tambah bagi masyarakat yang ingin bertransaksi. Namun, upaya tersebut ternyata belum cukup untuk menarik minat pembeli.

"Dua bulan terakhir memang cukup berat bagi kami. Kita kesulitan meningkatkan penjualan di tengah lesunya daya beli masyarakat," terangnya.

Sementara di tempat lain, Yusri mengatakan, bisnis mobil bekas yang ia jalani juga terasa kurang bergairah akhir-akhir ini, dengan angka penjualan yang terus menurun setiap bulannya.