Proyek terintegrasi ini memiliki nilai investasi sekitar Rp 74,44 triliun atau setara US$4,43 miliar.

Direktur dan Chief Project Officer PT Vale, Muhammad Asril, mengatakan aktivasi area oresell di Pit PB5 dan Pit PB1 menjadi kunci menjaga ritme produksi dan distribusi material.

Peresmian area oresell di Pit PB5 dan PB1 merupakan langkah strategis untuk menjaga ritme produksi dan memastikan distribusi material berjalan optimal.

"Dengan dukungan infrastruktur yang terus kami percepat, kami memastikan pencapaian target IGP Pomalaa tetap sejalan dengan prinsip operational excellence dan praktik pertambangan berkelanjutan,” ujar Asril, melalui keterangan tertulis yang diterima telisik.id, Senin (2/3/2026).

Kedua pit tersebut memiliki kapasitas penampungan hingga 4 juta wet metric ton (Mwmt) bijih limonit.