Pilkada melalui DPRD diyakini juga akan berpotensi menguatnya praktik elitisme dan politik transaksional. Akses kekuasaan akan semakin sempit dan hanya berputar di lingkaran elite-elite politik tertentu.
Persepsi sistem pilkada tidak langsung dinilai akan menjadi solusi dari memutus politik uang yang terus meningkat karena sistem pilkada langsung selama ini.
Malah kecenderungan besar terjadi diprediksi sistem pilkada tidak langsung justru berpotensi meningkatkan biaya politik secara tersembunyi, yang pada akhirnya bukan sekadar politik uang yang terjadi tetapi pelemahaman prinsip demokrasi substantif.
Pemilihan pilkada via DPRD diyakini akan menghasilkan politik elitisme ketimbang politik kerakyatan. Proses transaksional yang terjadi diprediksi kecenderungan akan lebih mahal karena hanya elite-elite politik saja yang memiliki akses. Bahkan, yang akan cenderung terjadi ketika pasangan calon terpilih memungkinan akan melemahnya kepentingan rakyat dalam proses pengelolaan pemerintahannya.
Persepsi Sesat, Rakyat Tidak Becus Memilih
