Saat itu, dia bersama dengan para kompatriotnya, Tito Karnavian, Petrus Reinhard Golose, Rycko Amelza Dahniel, dan kawan-kawan mendapat penghargaan kenaikan pangkat luar biasa dari Kapolri Jenderal Sutanto.
Pada Desember 2001, Idham juga pernah bergabung menjadi anggota Tim Kobra yang langsung dipimpin Tito Karnavian. Dia ditugaskan menangkap Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto atas kasus pembunuhan Hakim Agung/Ketua Muda Bidang Pidana Mahkamah Agung (MA) RI Syafiuddin Kartasasmita. Saat itu, Idham bertugas di Unit Harda Polda Metro Jaya.
Empat tahun berselang, pada malam 10 November 2005, Brigjen Surya Dharma memanggil dan memerintahkan Idham untuk berangkat ke Poso. Keesokan harinya, Idham terbang dari Surabaya menuju Palu dan tiba di Poso pada sore harinya untuk langsung bergabung dengan Tito Karnavian yang sudah berada di sana.
Idham diminta Tito untuk menjadi wakilnya dalam kasus investigasi mutilasi tiga gadis Kristen siswa Sekolah Menengah Umum (SMU) yang terjadi di Poso. Per tanggal 12 November 2005, Idham resmi menjadi Wakil Ketua Satgas Bareskrim Poso, mendampingi Tito Karnavian.
Baca juga: Kemenkes: 405.012 Nakes Telah Divaksinasi COVID-19
