Akhir dari tugas itu, Idham mendapat buah yang manis dengan dipercaya sebagai Kapolda Sulawesi Tengah. Idham dianggap mampu memberantas terorisme kelompok sipil bersenjata di daerah itu.

Setelahnya, dia diangkat menjadi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Dalam jabatan barunya itu, Idham berhasil mengungkap pelaku kasus pembunuhan dan sodomi 14 anak jalanan yang ditangkap pada 9 Januari 2010.

Idham juga terlibat dalam Operasi Camar Maleo bersama TNI untuk menangkap kelompok teroris Santoso di wilayah pegunungan Poso, Sulawesi Tengah pada awal tahun 2015.

Dua tahun bertugas di daerah, Idham kembali ditarik ke pusat sebagai Inspektur Wilayah II Inspektorat Wilayah Umum Polri pada 28 Februari 2016. Masih di tahun yang sama, Idham mengemban tugas baru sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri.

Pada 20 Juli 2017, penerima tanda jasa Satya Lencana Kesetiaan 8 Tahun ini ditunjuk menjadi Kapolda Metro Jaya ke-37 menggantikan Komjen Mochamad Iriawan atau Iwan Bule. Sejak 22 Januari 2019, Idham menduduki jabatan Kabareskrim. Dia menggantikan Komjen Pol Arief Sulistyanto yang ditugaskan menjadi Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri.